Implementation & Document Training

Memahami detail klausul standar dan penyusunan dokumentasi yang komprehensif.

Training

Tentang Implementation Training

Pelatihan ini dimaksudkan agar peserta memahami secara detail klausul demi klausul dari standar dan implementasinya berikut dengan penyusunan dokumentasi secara lengkap. Peserta pelatihan dituntut untuk bisa memahami dengan tepat dan mengembangkan implementasi dokumentasi tersebut ditempat kerja mereka masing-masing. Layanan sempurna dilahirkan dari komitmen, kinerja yang tinggi, dan implementasi sistem serta dokumentasi sesuai dengan standar internasional.

Dewasa ini sistem manajemen internasional sangat digandrungi oleh perusahaan untuk level low entry sampai dengan hight corporate karena pada standar tersebut di prioritaskan untuk perbaikan berkesinambungan terhadap sistem dan pengecekan secara berkala sistem yang telah berjalan. Evaluasi kinerja karyawan juga dibahas dalam standar tersebut. Pelatihan ini juga bertujuan Agar para peserta dapat berkomunikasi secara sistematis, sekaligus menyamakan persepsi antara berbagai pihak yang terlibat dalam rangkaian proses bisnis pada perusahaan masing-masing.

Materi Pelatihan Implementasi dan Dokumentasi

Sebagai langkah awal perusahaan harus mengidentifikasi dan penilaian terhadap kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan risiko cedera atau kecelakaan kerja. Penilaian risiko harus dilakukan berdasarkan jenis pekerjaan dan lingkungan kerja, sehingga memungkinkan perusahaan untuk menetapkan langkah-langkah yang dapat meminimalisir risiko cedera atau kecelakaan kerja.
Pada tahap ini diperlukan penetapan tujuan dan sasaran yang dapat diukur untuk terus meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan. Sasaran dan tujuan tersebut harus ditetapkan dengan spesifik untuk memastikan keselamatan dan kesehatan kerja. Hal ini dapat memungkinkan perusahaan untuk mengukur kinerjanya dalam menerapkan SMK3 dan untuk memastikan K3 perusahaan dapat mencapai sasaran yang ditetapkan.
Langkah ini dilakukan dengan memberikan pemahaman pada karyawan mengenai kebijakan, prosedur dan prinsip K3 yang diterapkan di perusahaan. Edukasi bisa dilakukan dengan menyediakan materi atau lembar informasi yang menjelaskan tentang prosedur keselamatan kerja serta mengingatkan karyawan yang berperilaku tidak sesuai dengan prosedur keselamatan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran karyawan tentang kebijakan, prinsip dan standar SMK3 sehingga dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Perusahaan perlu melatih karyawan dengan cara efektif dalam hal K3, sehingga mampu memahami risiko kerja yang dihadapi serta tindakan pencegahan dan keamanan harus diikuti. Melakukan pelatihan secara periodik atau di awal bekerja serta menerapkan sistem pelatihan dalam hal K3 di perusahaan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan dalam mengidentifikasi serta mencegah risiko yang akan dihadapi.
Selanjutnya menerapkan sistem pelaporan dan investigasi kecelakaan berguna untuk mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan kerja dan mencegah terjadinya cedera kerja. Prosedur pelaporan tersebut diberitahu kepada seluruh karyawan serta melibatkan seluruh karyawan dalam melakukan investigasi kecelakaan yang terjadi. Hal ini bertujuan untuk memberi wawasan kepada perusahaan dari kecelakaan yang telah terjadi sehingga memungkinkan perusahaan untuk mencegah terulangnya kecelakaan yang sama.

Langkah terakhir yaitu dengan mengevaluasi kinerja perusahaan dalam penerapan SMK3 secara teratur dan melakukan perbaikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini dilakukan secara berkala sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan pencegahan secepat mungkin terhadap risiko yang berpotensi membahayakan. Hasil dari evaluasi tersebut ditinjau oleh manajemen untuk ditindaklanjuti, seperti melakukan tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian atau permasalahan yang timbul, sehingga perusahaan akan mencapai tujuan mereka dengan efektif dan tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Dalam menerapkan SMK3, perusahaan harus menetapkan langkah-langkah untuk memastikan kepatuhan karyawan dengan terus memantau dan mengevaluasinya agar dapat dilakukan tindakan perbaikan. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua karyawan, sehingga waktu henti operasional perusahaan akan lebih terminimalisir dengan adanya SMK3 atau sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan.

Langkah terakhir yaitu dengan mengevaluasi kinerja perusahaan dalam penerapan SMK3 secara teratur dan melakukan perbaikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini dilakukan secara berkala sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan pencegahan secepat mungkin terhadap risiko yang berpotensi membahayakan. Hasil dari evaluasi tersebut ditinjau oleh manajemen untuk ditindaklanjuti, seperti melakukan tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian atau permasalahan yang timbul, sehingga perusahaan akan mencapai tujuan mereka dengan efektif dan tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Dalam menerapkan SMK3, perusahaan harus menetapkan langkah-langkah untuk memastikan kepatuhan karyawan dengan terus memantau dan mengevaluasinya agar dapat dilakukan tindakan perbaikan. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua karyawan, sehingga waktu henti operasional perusahaan akan lebih terminimalisir dengan adanya SMK3 atau sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan.

Selanjutnya menerapkan sistem pelaporan dan investigasi kecelakaan berguna untuk mengidentifikasi akar penyebab kecelakaan kerja dan mencegah terjadinya cedera kerja. Prosedur pelaporan tersebut diberitahu kepada seluruh karyawan serta melibatkan seluruh karyawan dalam melakukan investigasi kecelakaan yang terjadi. Hal ini bertujuan untuk memberi wawasan kepada perusahaan dari kecelakaan yang telah terjadi sehingga memungkinkan perusahaan untuk mencegah terulangnya kecelakaan yang sama.

Langkah terakhir yaitu dengan mengevaluasi kinerja perusahaan dalam penerapan SMK3 secara teratur dan melakukan perbaikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini dilakukan secara berkala sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan pencegahan secepat mungkin terhadap risiko yang berpotensi membahayakan. Hasil dari evaluasi tersebut ditinjau oleh manajemen untuk ditindaklanjuti, seperti melakukan tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian atau permasalahan yang timbul, sehingga perusahaan akan mencapai tujuan mereka dengan efektif dan tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Dalam menerapkan SMK3, perusahaan harus menetapkan langkah-langkah untuk memastikan kepatuhan karyawan dengan terus memantau dan mengevaluasinya agar dapat dilakukan tindakan perbaikan. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua karyawan, sehingga waktu henti operasional perusahaan akan lebih terminimalisir dengan adanya SMK3 atau sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan.

Langkah terakhir yaitu dengan mengevaluasi kinerja perusahaan dalam penerapan SMK3 secara teratur dan melakukan perbaikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Evaluasi ini dilakukan secara berkala sehingga perusahaan dapat melakukan tindakan pencegahan secepat mungkin terhadap risiko yang berpotensi membahayakan. Hasil dari evaluasi tersebut ditinjau oleh manajemen untuk ditindaklanjuti, seperti melakukan tindakan perbaikan terhadap ketidaksesuaian atau permasalahan yang timbul, sehingga perusahaan akan mencapai tujuan mereka dengan efektif dan tercipta lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Dalam menerapkan SMK3, perusahaan harus menetapkan langkah-langkah untuk memastikan kepatuhan karyawan dengan terus memantau dan mengevaluasinya agar dapat dilakukan tindakan perbaikan. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi semua karyawan, sehingga waktu henti operasional perusahaan akan lebih terminimalisir dengan adanya SMK3 atau sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja perusahaan.

Siap Memulai Proses Sertifikasi?

Kami siap mendampingi Anda di setiap langkah menuju pengakuan internasional.